Ada Apa Dengan Klinik Kopi?

Ada apa dengan klinikkopi
Klinik Kopi demikian namanya, selama saya di Jogja tempat ini sudah menjadi rumah kedua bagi saya. Eh gimana?

Hampir tiap malam saya singgah ke bangunan yang di dominasi oleh bambu ini, ya saya hampir tiap malam ke Klinik Kopi untuk sekedar melepas lelah, berdiskusi bersama teman dan tentu saja selalu menikmati sajian kopi istimewa.

Lewat tangan terampil mas Pepeng, pemilik Klinik Kopi, saya selalu di buatkan kopi terbaik sesuai kesukaan saya. Kopi dengan rasa asam jeruk limau dengan ending yang manis after taste-nya, semua itu di selesaikan dengan metode manual brewing V60 favorit saya.

IMG_20151121_162758

Klinik Kopi tampak depan

Di Klinik Kopi tidak tersedia menu, yang ada adalah deretan toples berisi biji kopi yang rata – rata di roasting dengan profil light roast. Kepada pelanggan baru, biasanya mas Pepeng selalu bertanya apakah sering ngopi atau biasanya suka kopi yang seperti apa. Menurut mas Pepeng, obrolan seperti itu diperlukan untuk mengetahui jenis kopi apakah yang cocok atau yang pas dengan kemauan si pelanggan tersebut. Sambil tak lupa ia selalu bercerita tentang kopi yang akan dibuatkan untuk pasien atau pelanggannya tersebut seperti kopinya tersebut di dapat dari mana, petaninya siapa dan sampe sedetail proses pasca panen dan roasting-nya.

Bagi saya, Klinik Kopi bukan seperti warung kopi biasa. Saya belajar banyak hal tentang kopi ya dari Klinik Kopi, saya bertemu dengan banyak teman baru yang luar biasa hebat ya gara – gara ngopi di Klinik Kopi juga. Klinik Kopi memang ajaib, selalu saja mempertemukan kejutan – kejutan hebat.

IMG_20151218_174023

Area misbar (gerimis bubar) di Klinik Kopi

Saya mungkin orang yang paling beruntung bisa melihat dan menyaksikan dengan seksama Klinik Kopi yang tumbuh kembang pesat hingga saat ini. Saya juga beruntung bisa ikut mengalami masa – masa sulit dan kurang menyenangkan Klinik Kopi, masa dimana Klinik Kopi masih nunut tempat jualan sebelum pindah ke rumah barunya. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari itu semua, saya tumbuh menjadi penikmat kopi bersama Klinik Kopi.

Ngomongin soal kejutan – kejutan tadi, saya ingat suatu malam yang mungkin tidak akan pernah saya lupakan sampe sekarang. Seperti biasanya saya ngobrol bersama Tonny Oscar dan Mas Jay sembari menunggu antrian ngopi, kali ini datang pula mas Iqbal Kautsar yang ikutan nimbrung bersama kami. Seingat saya malam itu Kamis 6 Agustus 2015, sekitar jam 9 malam ada salah satu aktor bintang film ternama yang datang. Aktor tersebut adalah Lukman Sardi yang ternyata kemudian disusul oleh mbak Mira Lesmana dan mas Riri Riza.

P1160233

Lukman Sardi di Klinik Kopi

Mas Pepeng dengan gayanya yang khas mempersilahkan mereka masuk dan menunggu antrian tentu saja. Setelah mereka mendapat giliran untuk ngopi, saya dan beberapa teman saya yang masih disana menikmati kopi, sesekali ikutan nimbrung ngobrol bersama dengan mereka. Di hadapan mas Pepeng, di depan meja kerja Klinik Kopi nya, semua pasien dianggap sama. Mereka dilibatkan dalam satu obrolan kopi, sehingga secara tidak langsung diskusi kopi pun terjadi. Dengan seksama saya mendengarkan mas Riri dan mbak Mira ngomongin kopi dan sharing tentang berbagai coffee shop yang pernah mereka kunjungi di berbagai negara. Seketika itu saya pun berpikir bahwa mereka adalah penggila kopi.

Diskusi dan sharing tersebut sangat menarik sampe saya lupa kalo saya ini ngomong sama produser dan sutradara film yang terkenal. Di sela sela obrolan tersebut sesekali mbak Mira bercerita jika beliau sama mas Riri sedang mencari tempat untuk syuting Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Saat itu saya yang cuma mendengar saja ikut seneng karena pertama film favorit saya jaman SMA akhirnya dibikin sekuelnya, yang kedua seneng banget karena bakalan ada lokasi di Jogja nya. Terus yang bikin kaget lagi, beberapa orang yang dibawa mbak Mira dan mas Riri Riza meminta ijin untuk memotret Klinik Kopi. Saat itu juga saya merasa seneng dan berdoa supaya Klinik Kopi masuk jadi salah satu tempat yang dicari mereka.

P1160243

Diskusi dan sharing tentang kopi bersama mas Riri Riza

Ternyata kali ini doa saya terkabul. Beberapa hari setelah mereka ngopi di Klinik Kopi, mbak Mira mengundang mas Pepeng untuk meeting di Hotel Greenhost. Di meeting yang juga di hadiri oleh Dian Sastro tersebut, ternyata bukan hanya bangunan Klinik Kopi saja yang akan dipakai untuk syuting Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2) tapi mas Pepeng juga ditawarin untuk ambil bagian di beberapa scene film tersebut. Ini jelas berita bahagia, bukan hanya pihak Klinik Kopi saja akan tetapi saya dan teman – teman seperkopian juga bahagia mendengar berita tersebut.

Saya tidak pernah menyangka bisa menyaksikan sebuah proses tersebut, saya benar benar bahagia. Bayangkan saja film yang paling favorit sepanjang masa, di bikin sekuelnya di salah satunya rumah kedua bagi saya. Bahagia saja rasanya.

Meskipun sudah sampe seterkenal apapun nanti, bagi saya Klinik Kopi tetap dengan gayanya yang lama, selalu dengan biji kopinya yang fresh, orang – orang baru dan tak terduga beserta obrolan – obrolan khas tentang kopi, gojeg kere dan hal – hal lucu lainnya. Ah, Klinik Kopi memang selalu menjadi yang terbaik!

Jadi kapan kita ngopi enak lagi, karena life is too short too drink a bad coffee, begitu kata Klinik Kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest