Malam Minggu Syahdu Bersama Banda Neira

IMG_6065
Foto: Ketjilbergerak

Sabtu (15/04/14), sekitar ratusan muda – mudi duduk santai di Purna Budaya UGM menikmati suguhan musik folk pop dan bersama berbagi kebahagiaan malam itu. Seperti itulah penonton StompOut malam itu yang mengusung tema “Rhytm of Cristism”. Tema yang mengkritisi tayangan-tayangan yang tidak mendidik di televisi nasional.

Band-band pembuka seperti Archiblues dan Boarding Room sukses membuat mood bertambah syahdu. Ditambah pula permainan apik dari Jalan Pulang yang memainkan 7 lagu dari album baru mereka. Jeda sesaat setelah itu, dan mood ceria yang dibawa Jalan Pulang berubah jadi gloomy. Rabu mendapat giliran main di panggung. menyaksikan mereka secara live adalah kesempatan berharga. Karena musikalitas yang mereka bawakan sangatlah keren.

Duo musisi LDR yang saya ditunggu-tunggu pun akhirnya muncul ke stage. Jogja memang selalu manis”, beberapa kali terlontar dari Ananda Badudu dan Rara Sekar. Penonton pun riuh sing a long dan sepertinya mereka hafal semua lirik lagu Banda Neira. Nomor seperti “Di Atas Kapal Kertas” diawali dengan humming manis dari Rara Sekar langsung disambut sing along antusias dari penonton. Banda Neira sangat tahu cara memanjakan penggemar mereka. terbukti Ibukota Jakarta bahkan harus tergusur ketika tiba-tiba judul dan lirik lagu mereka diubah menjadi “Senja di Jogjakarta”. Gardika Gigih, composer asli Jogja, kemudian dipanggil ke panggung untuk ikut memainkan pianikanya di nomor “Esok Pasti Jumpa” dan “Hujan di Mimpi”. Riuh gemuruh karaoke bersama juga terdengar sepanjang “Di Beranda”, “Rindu” dan “Berjalan Lebih Jauh” ketika dimainkan. Total mereka membawakan 9 lagu, termasuk dua lagu baru “Matahari Pagi” dan “Derai-Derai Cemara” yang merupakan musikalisasi puisi Chairil Anwar.

Pamer dulu ah :p

IMAG0023

free wordpress themes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *