Frau Konser Tentang Rasa

ed_DSC00195
Foto : Setya Octa

Minggu lalu 29 – 30 Oktober 2015, sebuah konser tunggal yang berjuluk “Frau : Konser Tentang Rasa” di helat di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta.

Eh gimana?Setelah 2 tahun yang lalu sukses dengan konser tunggalnya, akhirnya di tahun ini Frau bikin konser tunggal lagi. Mengusung tema Konser Tentang Rasa, Frau mengajak semua penikmat musiknya untuk merasakan pengalaman yang baru di setiap alunan musiknya.

ed_DSC00204
Foto : Setya Octa

Seperti pada konser Frau sebelumnya, pada konser Frau kali ini saya juga punya cerita untuk mendapatkan tiketnya. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, mendapatkan tiket konser Frau itu tidak semudah mendapatkan tiket Kenny G yang saat itu sedang main Jazz di kompleks Candi Prambanan. Saat itu saya ngga bisa ngantri karena tanggal 19 Oktober 2015 sore tersebut merupakan hari Senin dan artinya saya masih terikat jam ngantor dan tiket sold out kurang dari satu jam saja.

Mungkin saya harus berterima kasih sekali kepada Liony dan mbak Utied, yang sudah rela ngantri tiket dan ke akhirnya kehabisan juga. Tapi berkat pejuangan mereka yang ngga mau menyerah begitu saja hingga bersedia menuliskan nama saya di waiting list konser tambahan, jika dengan dengan catatan setidaknya ada 100 orang lagi yang mau konser tambahan tersebut diadakan. Akhirnya konser tambahan pun diadakan pada tanggal 30 Oktober 2015 jam setengah 4 sore.

Tapi akhirnya saya ngga jadi memakai tiket konser tersebut.

Sehari sebelumnya saya mendapat kabar dari pacar saya, Octa, bahwa partner liputannya ngga jadi berangkat meliput konser Frau di Jogja. Akhirnya saya menemani pacar saya liputan dan nonton bareng konser Frau pake undangan. Nah daripada tiket yang terbeli dengan perjuangan tersbut berakhir sia sia, akhirnya tiket pun di jual online dan secara kebetulan yang membelinya adalah mbak Mawar, vokalis band indie pop yang sedang naik daun di jogja, Sungai.

ed_DSC00191
Foto : Setya Octa

Di Konser Tentang Rasa kali ini Frau menampilkan 16 lagu yang ada di dua albumnya Starlit Carousel (2010) dan Happy Coda (2013) serta beberapa lagu baru yang merupakan materi pada album Frau selanjutnya. Dalam konser ini penonton juga diajak untuk berbagi narasi, ilustrasi, ataupun keluh kesah atas rasa yang muncul ketika mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan Leilani Hermiasih (Lani) dan pianonya, Oskar.

Lani menambahkan perihal pengalamannya menikmati musik yang menurut dia merupakan suatu pengalaman yang sangat indah, pengalaman musikal pokoknya menurut dia. Dia lalu mencontohkan saat dia pulang kuliah malem hari dengan memakai motor, angin sepoi – sepoi yang menerpa wajahnya, bau sate yang tercium saat melewati warung sate pinggir jalan dan pada saat yang sama dia mendendangkan lagu dari band kesukaannya Feist misalnya. Nah pengalaman itu lah yang dia bagikan dalam konser Frau Tentang Rasa.

Empat indera manusia diajak untuk merasakan pengalaman yang berbeda di setiap nomor – nomor yang di bawakan oleh Frau. Indera penglihat untuk melihat dahsyatnya tata cahaya yang di hadirkan pada pada konser tersebut, indera pendengar untuk mendengarkan setiap alunan musik dari Frau, indera pencium untuk mencium aroma – aroma menakjubkan kadang juga bikin geli di setiap lagu. Dan terakhir adalah indera pencecap yang digunakan untuk mencecap (merasakan, mencicipi) berbagai minuman yang diberikan pada konser tersebut seperti kopi, teh, susu dll. Sangat menarik bukan.

IMG_20151028_203507_HDR
Teh Tentang Rasa, salah satu minuman yang diberikan saat konser.

Soal aroma bau – bauan juga tidak kalah menariknya. Gimana tidak, bayangkan saja jika kalian sedang mendengarkan konser secara langsung dan aroma semerbak menyeruak ke seluruh gedung pertunjukan adalah aroma indomie. Dan itu nyata benar – benar terjadi saat Frau membawakan nomor Mesin Penenun Hujan”. Bukan cuma itu saja, ada banyak aroma bau – bauan yang dihadirkan seperti wangi lavender, vanilla, kopi, dan bahkan bau balsem. Yha benar bau balsem. Aroma balsem dihadirkan pada nomor lagu “Tarian Sari” yang sangat indah itu.

Bukan hanya soal aroma bau – bauan, kolaborasi dengan beberapa musisi juga di hadirkan dengan luar biasa, seperti duet dengan Erson Padapiran (pemain terompet) membawakan lagu “Mr. Wolf” dan “I’m a Sir” dan juga duet dengan Alexandria Deni (mantan vokalis The Monophones) membawakan lagu “Detik-Detik Anu”, sebuah single baru untuk materi album baru yang sedikit gegalauan kata Lani. Setelah melantunkan lima belas lagu, Lani mengakhiri Konser Tentang Rasa dengan lagu “Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa”.

Lagi – lagi konser Frau ini bisa membuat saya tersenyum dan yang pasti pengalaman yang dihadirkan itu tidak bisa digantikan dengan apapun. Pengalaman menikmati musik yang mengajak empat panca indera kita untuk mengakses keindahan musik Frau.

Oh iya di keramaian Konser Tentang Rasa nya Frau saat itu, ternyata ada tamu istimewa yang datang dan nonton konser tunggal Frau tersebut. Seperti penonton yang lain, mereka tampak mereka sangat menikmati semua suguhan konser malam itu. Mereka adalah Endah N Rhesa, dan seusai konser mereka langsung ngasih selamat ke Lani dan diberikannya sebuah karangan bunga. IMG_20151030_223018_HDR

Akhirnya selamat buat TNGR dan Kongsi Jahat Syndicate yang telah bekerja keras dan sukses menghadirkan suguhan pertunjukan musik yang sangat istimewa, masgufi well tenan pokokmen. Semoga di konser – konser Frau yang akan datang selalu ada kejutan yang luar biasa seperti pada Konser Tentang Rasa kali ini.

ed_Frau_KonserTentangRasa_e-Poster

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *