Konser Musik Klasik

Le Poème Harmonique

2 Minggu yang lalu, kalo ga salah tanggal 31 Mei 2012 ya kalo ngga salah inget sih  pertama kalinya aku nonton konser musik klasik. Wait, what? konser musik klasik? Yup aku nonton kelompok musik yang mengusung musik jaman Baroque yang biasanya manggung di tempat – tempat prestisius semacam opera di Eropa dan Amerika. Nama kelompok musik mereka adalah Le Poème Harmonique. Dibentuk tahun 1998, Le Poème Harmonique adalah kelompok musik yang terkenal membawakan musik abad 17 dan awal abad 18 era Baroque.

Booklet Konser

Keren!

Dibilang keren juga boleh, ngga juga ngga papa :p karena aku juga ga ngerti banget tentang musik ini. Berbekal rasa ingin tau yang tinggi dan semacam musik klasik kalo konser itu kayak gimana sih? Akhirnya nekat juga aku dateng ke IFI-LIP Jogja sebagai pihak yang mengundang mereka.

Antrian masuk Auditorium IFI

Konser di buka jam 7 malem, tapi pas aku dateng setengah 7 yang ngantri udah rame. Kebanyakan mereka semua mahasiswa sih, ngga tau apakah mereka ngerti yang akan ditonton ataukah hanya sekedar penasaran seperti aku 😀 Ada juga beberapa bule Perancis yang nonton sih, cakep-cakep tapi tuwir haha.. gagal ngecengin bule ceritanya. Gate pun dibuka, penonton langsung masuk dan nyari tempat kosong disana, aku sih lempeng aja nyari yang deket pintu keluar biar kalo bosen bisa cepet keluar. Ternyata jumlah penonton yang datang diluar dugaan panitia, banyak yang datang setelah gate dibuka dan tentunya melebihi kapasitas Auditorium yang ada. Hasilnya banyak yang berdiri di sisi gedung dan duduk-duduk diantara spasi seat row. Salut pada mereka!

Banyak yang berdiri di sisi-sisi Auditorium

Sesuai bocoran song list, konser dibuka dengan tembang Claudio Monteverdi – Dormo Ancora kemudian disusul tembang Biagio Marini – Sonata Terza. Tembang mengalun merdu dipadu suara Tenor dari Jan Van Elsacker dan suara Soprano mbak Claire Lefilliatre. Suara dan lagu yang dibawakan mengingatkanku pada film-film klasik Romawi semacam Gladiator dll. Ga ada interaksi antara mereka dan penonton, paling cuman ngebungkukin badan tiap selesai satu lagu ya eyalah namanya juga musik klasik.  Kemudian berturut – turut Claudio Monteverdi – Lamento della Ninfa, Villanela ch’all’acqua vai ribet bacanya, Dario Castello – Sonate, Giovanni Kapsberger – Aurilla Mia. Hingga akhir lagu ini aku nyerah dan ga kuat dengerin lagi, ngatuk bo’ 😀

Salah satu penampilan mereka

Bukan sekadar konser, pertunjukan Venise, des rues aux palais (tema konser mereka) ini adalah perayaan semangat Venisia jaman Baroque yang sebenarnya. Di ruangan yang diterangi lilin-lilin, komposisi termasyur karya Monteverdi dan Manelli akan mengantar para penonton masuk ke istana, jalan-jalan dan kanal-kanal Venisia, di mana pesta hanya akan berakhir ketika fajar menyingsing. Ada yang menarik dan menggugah rasa ingin tauku, alat-alat yang digunakan itu asli alat musik jaman Baroque ternyata dan yang familiar cuman biola. Berdasarkan hasil gugling kesana kemari akhirnya nemu nama alat-alat yang digunakan mereka seperti Lirone dan L’archiluth.

L’archiluth

.

Lirone

Well, itu dia sedikit laporan cie laporan tentang konser musik klasik 😀 Akhirnya rasa penasaran terbayarkan sudah dan ternyata aku ngga cocok nonton konser beginian, ga kuat ngantuknya hahaha… yang pasti cukup tau aja lah. Oh iya! kalo mau tau foto-foto konsernya dilahkan menuju dimari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *