Menikmati Happy Coda Istimewa

BReLv9rCIAExO8B

Adalah Gisela Swaragita orang yang paling berjasa kali ini, mungkin saya ngga akan pernah nonton mini konser terhebat ini kalo saya ngga kenal Gisel. Karena ini merupakan konser pertama dan terakhir Frau di tahun 2013 dan 500 lebih tiket mini konser ini soldout hanya satu jam saja, sementara saat itu saya masih di kantor. Jahat, emang bener – bener jahat si Kongsi Jahat Syndicate selaku yang bikin mini konser ini. Begitu keren, bikin penasaran dan istimewa sekali  mini konser ini sehingga cepet sekali soldout. Beruntung sekali saya bisa mendapatkan tiket dari Gisel ini karena masih banyak sekali pemuja Frau di luar sana yang akhirnya gigit jari karena ngga kebagian tiket ini.

Rabu (28/8) jam 8 malam mini konser di buka oleh penampilan Answer Sheet yang sangat atraktif, lucu dan tentu saja mengundang decak kagum penonton yang hadir disana. Permainan ukulele, gitar dan bass sanggup menyihir saya dan sesekali ikut bergumam menirukan bait – bait verse lagu, apalagi saat mereka membawakan A Love Beach, Sadranan yang terkenal itu.

Kelar penampilan dari Answer Sheet, lampu auditorium dimatikan. Kemudian ngga lama setelah itu lampu temaram menampilkan siluet sosok Frau memainkan “Something More”, seusai satu lagu itu lampu dimatikan kembali. Tak lama kemudian Lani (sapaan akrab Leilani Hermiasih) memperkenalkan dirinya bersama keyboard kesayangannya yang bernama Oscar, ya mereka adalah Frau yang ditunggu-tunggu ratusan orang yang memadati Auditorium IFI kala itu.

frau_happycoda
Photo by: Komang Adhyatma (kanaltigapuluh)

Frau tidak tampil sendirian, mereka ditemani oleh boneka – boneka dari Papermoon Puppet Theater. Konsep dan tata artistik panggung juga dikerjakan dengan detil oleh Papermoon Puppet Theater, kain serta perabot-perabot kayu khas teater mereka. Tidak lupa juga merekamenaruh beberapa kaleng bekas biskuit sebagai bermacam-macam pot bunga sebagai simbol Happy Coda yang diambil dari artwork Edwin Roseno.

Selama mini konser tersebut Frau total membawakan 8 yang diambil dari album terbarunya Happy Coda. Yang menarik selama mini konser ini berlangsung, perhatian penonton juga seakan terbagi dengan teatrikal boneka – boneka Papermoon yang seolah – olah mereka menerjemahkan setiap lagu yang Frau bawakan. Seperti contohnya, seingat saya, saat Frau membawakan lagu ke dua “Water”, boneka yang berbentuk nenek sedang membuatkan teh dan memberikannya kepada Lani selayaknya memberi minuman pada tamu. Pada saat lagu “Empat Satu”, di adegankan oleh boneka laki – laki dengan serius bermain kartu. Begitulah seterusnya sampe lagu terakhir dimainkan.

proses-cipta-artistik-konser-peluncuran-album-happy-coda-frau-oleh-papermoon3
Salah satu adegan boneka Papermoon yang bermain kartu yang menggambarkan lagu “Empat Satu” | Sumber: Jogjanews

Tidak hanya lagu dan teatrikal boneka saja yang menarik, Frau sesekali menceritakan tentang semua lagu di album Happy Coda ini. Dengan tutur bahasanya yang khas, cepet dan kadang sulit dicerna mentah-mentah atau bahasa jawanya mbingungi membuat semua orang yang hadir disana sesekali juga tertawa. Frau juga bercerita bahwa materi di album ini adalah materi lama yang dia olah dengan matang, sehingga melahirkan 8 masterpiece Happy Coda.

proses-cipta-artistik-konser-peluncuran-album-happy-coda-frau-oleh-papermoon4
Frau pada saat membawakan “Tarian Sari” | Sumber: Jogjanews

Happy Coda tidak dirilis dalam bentuk CD, kaset maupun vinil, Happy Coda ini bisa diunduh secara legal di website yesnowave. Happy Coda dirilis fisik dalam bentuk buku partitur yang berisi 8 lagu, jadi bagi yang pengen mengoleksinya atau yang pengen belajar membaca partitur segera deh beli bukunya.

804098583

BTJg3eKCYAAQbkw (1)
Tampilan buku partitur Happy Coda | Sumber: @masgufi

*UPDATE

Ini dia video highlight konser Frau Happy Coda 2013. Selamat menyaksikan.

3 Comments


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *