Rumah Baru Klinik Kopi

10991225_511325729005733_7250179451541188834_n
foto dari Siane Caroline

Sudah lama sekali saya main, sekedar ngopi dan atau bahakan sekedar meluangkan waktu melepas lelah di Klinik Kopi. Tapi selama itu pula saya ngga pernah nulis tentang tempat ngopi kesukaan saya ini. Ya, emang saya sengaja ngga nulis tentang Klinik Kopi sebelumnya, toh juga banyak orang yang pernah mampir kesana sesekali dan menuliskannya ke dalam blog mereka ataupun portal tempat-tempat oke lainnya.

Sudah lama juga saya mengenal mas Pepeng, bahkan sebelum Klinik Kopi membuka prakteknya di hutan jati tengah kota Arrupe Huis milik PSL Sanata Dharma. Saya mengenal mas Pepeng ini sebagai orang yang sangat ulet dan tekun, apapun yang dia kerjakan pasti tidak setengah – setengah. Seingat saya, jauh sebelum Klinik Kopi dikenal banyak orang seperti sekarang ini, mas Pepeng bergerilya menjadi kopi panggil yang melayani konsumennya dengan cara di undang minimal oleh 10 orang calon penikmat kopi. Kepada konsumennya yang kebanyakan teman-temannya saat itu, mas Pepeng pelan – pelan meracuninya dengan cerita – cerita yang luar biasa banyak tentang kekayaan khasanah perkopian nusantara.

11002637_511329779005328_6710907287961051843_n
foto dari Siane Caroline

Menurut opini saya yang dangkal ini, mas Pepeng saya anggap sebagai Artisan Kopi. Karena menurut saya, mas Pepeng ini ahli dalam menyajikan kopi secara manual atau ngga pake mesin kopi mahal yang seperti di coffee shop – coffee shop ternama itu. Meskipun secara harfiah artisan yang berasal dari bahasa Perancis itu mempunyai arti orang yang ahli dalam membuat kerajinan tangan. Artisan disini sekarang sudah berkembang dan mencakup ke banyak hal semacam seolah – olah bertindak seperti seniman, tidak hanya pada ranah kerajinan tangan.

Mas Pepeng juga seorang storyteller bagi saya, sodara beliau ini selalu bercerita dan berbagi pengalamannya tentang kopi dari cara mendapatkannya sampai memprosesnya. Disinilah yang jarang dijumpai di warung kopi lainnya. Pernah saya tanya kepada mas Pepeng perihal ini dan dengan santainya saudara beliau ini menjawab “Dengan berbagi, kita ngga akan pernah kehilangan rejeki” seketika pula saya ingat pepatah Jawa “ngunduh wohing pakarti” yang tafsirnya kira – kira seperti ini; Setiap orang akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya. Sama juga dengan pepatah yang akrab di telinga kita selama ini β€œSiapa yang menanam, akan menuai hasilnya”.

Kembali soal Klinik Kopi, akhirnya setelah ditunggu – tunggu sekarang Klinik Kopi punya rumah sendiri dan ngga ‘nunut’ di Arrupe Huis milik PSL Sanata Dharma. Alasan utama Klinik Kopi pindah rumah, menurut mas Pepeng sebagai pemilik sekalian artisan Klinik Kopi adalah karena sodara beliau ini kepengen mengedukasi pelanggannya tentang pemrosesan biji kopi. Di rumah barunya Klinik Kopi tersebut memang seperti lab kopi ketimbang kafe, disana terdapat mesin roasting buatan dalam negeri dan juga dome kecil untuk pengeringan biji kopi.

10922424_511326915672281_1798634312821208443_n
foto dari Siane Caroline

Bagi saya Klinik Kopi ini bukan sekedar tempat biasa, dari sana saya banyak kenal orang – orang baru. Ya, memang sudah kebiasaan mas Pepeng yang selalu mengenalkan semua ‘pasien’ nya biar saling ngobrol dan bertukar pikiran. Klinik Kopi sudah menjadi semacam co-working space buat saya, tempat untuk mencari kolaborasi positif juga. Segelas kopi bisa habis, tapi obrolan soal kopi ngga ada habis – habisnya. Bahkan dari obrolan ringan disana saja sampai terbentuk komunitas Piknik Museum, lhaaar byasa sekali bukan?

10997459_511326622338977_4530369365228868232_n
foto dari Siane Caroline

IMG_20150217_205150_HDR IMG_20150216_194337_HDR

Klinik Kopi tetap dengan gayanya yang lama, biji kopi yang selalu fresh, orang – orang baru dan tak terduga beserta obloran – obrolan yang kadang ngga sengaja menjadi suatu gerakan positif. Ah, Klinik Kopi memang selalu menjadi yang terbaik! meskipun cuma di hati saya. Jadi kapan kita ngopi enak lagi, karena life is too short too drink a bad coffee πŸ˜€

Eh iya hampir lupa, ini dia alamat Klinik Kopi yang baru.
Jl. Kaliurang KM. 7,5 Gg. Madukoro
Gang kecil setelah Gardu PLN Jakal sebelah ujung utara

IMG-20150216-WA0003

14 Comments


  1. Deket banget sama tempat tinggal, tapi belum sempat main. πŸ™ Tep kudu diagendakan iki.

    Reply

    1. Woooh.. rumahmu Jakal po mas? nek sore wangun mas Kinik Kopine πŸ˜€

      Reply

  2. klo klinik kopi mulai buka ny jam jam brapa ya???

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *