Tag Archives: Google

Serunya Photowalk #IndonesiaOnly Di Malam Tahun Baru Bareng Google+

indonesiaonly-ad (1)

Selasa 31 Desember 20013 atau lebih tepatnya malam tahun baru 2014 adalah malam tahun baru yang lumayan sibuk bagi saya. Jika dibanding dengan malam – malam tahun baru sebelumnya, kali ini saya hadir di dua tempat. Mengikuti serunya photowalk dan mengkampanyekan Indonesia lewat #IndonesiaOnly di Google+ dan menghadiri acara tahun baru yang saya buat bersama teman – teman pecinta kopi di Klinik Kopi.

mon

Continue reading

Don’t Do this on Social Media

social

Don’t  Post About How Much You Hate Your Boss

Even you know that your boss sucks and you hired by a blood sucking company. Don’t. Believe me it’s unprofessional. But if you still want to tweet about it make sure that your account is protected and you don’t make friends with him/her and also their “people”.

Don’t Post Anything  About Your Bad Relationship

Think hundred times before you post anything about a cheater boyfriend/girlfriend. No matter how sucks they are. Unless if you want your relationship going to be a public consumption. Or you can use smarter words, just choose it carefully. “Nice words” works.

Don’t Post That You Aren’t Going To Be Home

Sometimes we’re too spontaneous to tweet, “Off to holiday, bye bye home, see you in a week!”.Never going to be too detailed about your home address. It can be a boomerang. Too many bad people out there, you never know maybe one of your followers is a syndicate member, or a robber.

Don’t Post & Brag About Your New, Expensive Items

Maybe you just bought iPad or MacPro and your hands just can’t stand to tweet, “Just giving my new iPad a try”. Believe me your followers will think that you just a spoiled bastard who just want to show off. For this person twitter or Facebook are just media to showing off their new expensive items. You’ll lose your followers. I’ll guarantee that!

Don’t Post Other People’s Embarasing Things

When you’re post or upload your friends silly pose just for laughs, sometimes the person who’s being the object don’t feel the same way. They can be mad or holding a grudge and doing the same thing to you. Remember, revenge always more painful. Besides, posting people embarrassing things is unethical. If you want to be respected just doing the same way as you want to be treated.

Hingar Bingar GBG Jogja

gbgcovSore itu saya, 19 juni, saya ditawari Sir Wvlv untuk menghadiri salah satu acara dihital rutin yang bernama GBG Jogja. Saya sih sebenernya udah tau GBG ini apaan tapi karena seringnya sih terkendala masalah waktu kerja jadi banyak ngga bisanya daripada bisanya. Singkatnya, malem itu mbak Whini ngemail saya ngasih invitation GBG Jogja. Langsung saya baca tanggal dan jamnya dan yes akhirnya bisa dateng juga ke GBG 😀

Dari tadi ngomongin GBG – GBG mulu udah tau ngga sih apaan itu GBG? Continue reading

Mengapa Lebih Memilih Twitter?

sumber gambar: outsideline.co.uk

Beberapa tahun ini aku selalu nyoba setiap produk social media yang baru, termasuk yang lokal juga seperti koprol jaman dulu dan sekarang ada yang namanya mindtalk. Tapi diantara semua itu akhirnya aku kembali lagi ke dua raksasa social media yang paling sering aku gunakan Twitter dan Facebook, meskipun sekarang juga mulai sering posting di Google+.

Sehari – hari aku selalu menyempatkan buka Twitter disela – sela stresnya deadline kerjaan, alih – alih hanya sekedar refresh otak disaat stuck kerjaan :D. Sementara facebook adalah sesuatu yang hanya sesekali aku buka dan baca status temen temen yang kebanyakan berdoa, pamer foto, hingga kadang merasa muak sama beberapa temen yang dikit – dikit posting status yang ngga penting. Selama ini sih, yang membuat aku bertahan di Facebook, adalah cuma karena social games, pages dan subscription orang – orang yang menurutku hebat. Google+ disini aku pake untuk sharing sesuatu yang aku anggep bagus dan communities tabnya sangat ngebantu aku untuk nyari ide dan menemukan komunitas yang aku suka di seluruh dunia.

Balik lagi ke Twitter, bagiku Twitter itu fun, fantastis, dan semuanya ada disana disajikan secara realtime. Orang – orang yang aku follow sebagian besar adalah orang yang aku tahu, orang – orang yang deakta, tinggal dan bekerja denganku, tetapi juga porsi dosis follow yang paling banyak adalah dari gamer, seniman, blogger, komedian, musisi, dan beberapa selebritis aku tidak pernah bertemu. Sungguh mereka suatu kombinasi yang hebat di timeline Twitterku sehingga kadang memaksaku untuk sekedar tersenyum, serius, berpikir kritis dan bahkan juga tertawa. Tidak ada memori di Twitter, semuanya cepat berlalu. Seolah tak ada habisnya informasi baru, baik komentar pada apa yang terjadi sekarang atau pikiran tentang masa depan.

Sebaliknya Facebook itu seperti selalu membangkitkan memori di masa lalu. Menemukan satu Facebook teman lama semasa kecil dulu itu sangat menyenangkan hingga sampai suatu saat kita menyelami informasi dan foto-foto gebetan misalnya (istilah anak sekarang sih stalking gitu :p) dan itu lumrah dan sangat – sangat menyenangkan di Facebook. Tapi seperti yang aku katakan tadi, kadang banyak juga sih diantara teman – teman kita yang istilahnya nge-junk di facebook. Kadang mereka curhat, mengomentari apa yang sedang hits saat itu, kadang juga mereka berdoa lewat posting status facebook. Alih – alih mencari sensasi, biar diperhatikan teman yang lain, biar setidaknya mendapatkan minimal like ataupun komentar disana. Parahnya kadang mereka posting status kemudian di like sendiri, OH GOD WHY? Itulah sedikit yang menurutku kelucuan – kelucuan yang ada di facebook.

Aku tahu aku akan senang dengan informasi baru di Twitter, artikel menarik untuk dibaca, berita, dan lelucon tentang apa yang sedang hits saat ini. Aku suka dengan pikiran dan ide-ide segar yang temen – temen Twitterku bagikan setiap hari. Twitter adalah aliran sebagian besar sukacita dan membuat hidupku lebih baik, belajar hal yang baru hingga menemukan teman baru. Internet di sini hari ini dan semua tentang besok, dan aku lebih memilih social mediaku untuk mencerminkan itu, dan itulah sebabnya aku mencintai Twitter.

Kalo kalian gimana?

Keteladanan dari seorang Steve Wozniak

Semua orang tahu bahwa Stephen Gary “Woz” Wozniak, adalah salah satu pendiri Apple Inc bersama Steve Jobs dan Ronald Wayne. Tapi tidak banyak orang yang tahu kalo seorang Steve Wozniak ini ikut antri hanya untuk mendapatkan iPhone 4S di hari pertama peluncurannya. Padahal bagi seorang petinggi di Apple Inc sekaliber dia tentunya tak sulit untuk mendapatkan produk terbaru Apple tanpa harus repot-repot ke Apple Store, apalagi sampe antri.

Tapi tidak bagi Steve Wozniak, dia lebih suka memilih antri seperti jutaan pencinta iPhone lainnya di seluruh dunia. Salut buat sang maestro.

Ternyata bukan itu saja yang bikin aku salut pada Steve Wozniak, karena baru – baru ini dia di undang dan datang ke markas besar Google untuk mendapatkan device terbaru dengan sistem operasi besutan Google yang terbaru, Ice Cream Sandwich, yaitu Samsung Galaxy Nexus Prime. Salut!

Semua orang tahu bahwa saat ini hubungan Apple dan Android sedang tidak bagus apalagi dengan Samsung, tapi seorang Steve Wozniak datang dan memberikan contoh yang baik pada seluruh karyawannya dan secara tidak langsung kepada seluruh Apple fanboy.

Seperti yang kita tahu juga bahwa sudah tentu Steve Wozniak ini adalah pengguna setia iPhone. Tapi kedatangannya di markas Google sebenarnya telah memberikan pesan perdamaian pada Apple yang selama ini memusuhi Google Android. Terlepas apakah Wozniak akan memakai Galaxy Nexus atau tidak, namun di tengah ketatnya persaingan iOS dan Android, Wozniak telah menunjukkan ‘keramahannya’ pada pesaing utama perusahaan yang telah didirikannya bersama mendiang Steve Jobs.

Sekali lagi salut dan layak untuk kita tiru!

Pin It on Pinterest